Perbedaan Philodendron dan Epipremnum untuk pemula

Perbedaan Philodendron dan Epipremnum untuk pemula


Pernahkah kamu pergi ke toko tanaman, menunjuk sebuah tanaman merambat cantik berdaun hati, lalu bertanya pada penjualnya, "Ini sirih gading, ya?" Namun, si penjual justru menjawab, "Bukan, ini Philodendron." Wah, langsung bingung, kan? 


Memang bagi kita yang baru belajar memelihara tanaman, membedakan jenis-jenis tanaman hias merambat bisa terasa seperti mengerjakan soal ujian yang sulit. Tenang, kamu tidak sendirian! Memahami perbedaan Philodendron dan Epipremnum untuk pemula adalah salah satu tantangan pertama yang paling sering dihadapi.


Kedua tanaman ini adalah primadona untuk dekorasi rumah yang simpel karena sifatnya yang tangguh dan estetik. Namun, meski terlihat serupa, mereka sebenarnya berbeda. Sering muncul pertanyaan: Apakah epipremnum dan philodendron sama? Jawabannya singkatnya adalah tidak, mereka berasal dari genus yang berbeda meskipun masih dalam satu keluarga besar Araceae (talas-talasan). Yuk, kita obrolin lebih dalam biar kamu tidak tertukar lagi saat belanja tanaman online!



Membedakan Philodendron dan Epipremnum Secara Kasat Mata

Sebagai pemula yang sibuk, kamu mungkin tidak butuh kuliah biologi yang rumit. Kamu hanya ingin tahu cara cepat membedakan keduanya saat sedang memilih dekorasi untuk meja kerja. Berikut adalah beberapa perbedaan fisik yang bisa kamu perhatikan:


1. Bentuk Daun


  • Philodendron (terutama jenis Heartleaf): Memiliki bentuk hati yang sangat sempurna dengan lekukan yang dalam di bagian pangkal dekat batang. Daunnya biasanya lebih tipis dan teksturnya terasa lebih lembut atau matte.


  • Epipremnum (Pothos/Sirih Gading): Daunnya juga berbentuk hati, tapi cenderung lebih asimetris dan ujungnya lebih runcing meruncing. Daun Epipremnum biasanya lebih tebal, terasa agak kaku, dan memiliki permukaan yang lebih mengkilap (glossy).


2. Bentuk Batang dan "Selubung" (Cataphylls)

Ini adalah cara paling akurat untuk membedakan keduanya.

  • Philodendron: Saat daun baru muncul, ia biasanya keluar dari sebuah selubung pelindung yang disebut cataphyll. Setelah daun dewasa terbuka, selubung ini biasanya akan mengering dan rontok. Jadi, kalau kamu melihat ada bekas "kulit" kering di batang, itu pasti Philodendron.


  • Epipremnum: Daun baru pada Epipremnum muncul langsung dari lipatan daun sebelumnya. Mereka tidak punya selubung tambahan yang akan rontok. Batang Epipremnum juga biasanya memiliki tekstur garis-garis atau alur yang lebih jelas.


3. Akar Udara

Keduanya punya akar udara untuk memanjat, tapi bentuknya beda, lho! Philodendron cenderung punya akar udara yang lebih banyak dan tipis di setiap ruas batang. Sedangkan Epipremnum biasanya hanya punya satu akar udara yang lebih tebal dan kuat di setiap ruasnya.



Apakah Philodendron Sama dengan Monstera?

Nah, ini pertanyaan lain yang sering mampir di kolom komentar: Apakah philodendron sama dengan monstera? Jawabannya adalah bukan. Meski mereka sering ditaruh berdekatan di toko tanaman dan sama-sama dari keluarga Araceae, Monstera adalah genus sendiri.


Kesalahpahaman ini sering terjadi karena ada tanaman bernama Monstera deliciosa yang dulu sempat salah diklasifikasikan sebagai Philodendron. Monstera punya ciri khas "fenestrasi" atau lubang-lubang pada daunnya yang sudah dewasa, sementara sebagian besar Philodendron merambat tidak memiliki lubang (kecuali beberapa jenis tertentu yang langka). Jadi, jangan tertukar lagi, ya!



Mana yang Lebih Mudah Ditanam, Pothos atau Philodendron?

Bagi kamu yang jadwal hariannya padat, pertanyaan paling penting mungkin adalah: Mana yang lebih mudah ditanam, pothos atau philodendron?


Kabar baiknya, keduanya masuk dalam kategori tanaman "anti-mati" yang sangat ramah pemula. Namun, jika harus memilih satu juara bertahan, Epipremnum (Pothos) biasanya sedikit lebih unggul.


  • Toleransi Cahaya: Pothos lebih "tahan banting" di ruangan yang minim cahaya dibandingkan Philodendron. Philodendron cenderung akan tumbuh memanjang dan jarang daunnya (kurus) jika kurang sinar matahari.


  • Kebutuhan Air: Pothos lebih fleksibel. Jika kamu lupa menyiramnya sampai daunnya lemas, ia akan langsung segar kembali begitu diberi air. Philodendron sedikit lebih sensitif terhadap perubahan jadwal penyiraman yang drastis.



Kenapa Philodendron Mahal?

Saat menelusuri toko tanaman hias, kamu mungkin kaget melihat label harga Philodendron tertentu bisa mencapai jutaan rupiah, sementara Epipremnum biasanya dibanderol mulai dari puluhan ribu saja. Kenapa philodendron mahal?


Ada beberapa alasan di balik fenomena ini:

  1. Keanekaragaman Jenis: Genus Philodendron punya ribuan spesies dengan bentuk, warna, dan tekstur yang sangat unik (seperti Pink Princess atau Verrucosum).

  2. Kecepatan Tumbuh: Banyak jenis Philodendron hias tumbuh lebih lambat dibandingkan Epipremnum yang sangat "agresif".

  3. Status Koleksi: Beberapa jenis Philodendron memang langka dan sulit diperbanyak secara massal, menjadikannya incaran para kolektor tanaman hias di seluruh dunia.



Tips Praktis Merawat Si Merambat di Rumah

Mau itu Philodendron atau Epipremnum, mereka punya kebutuhan dasar yang hampir mirip agar tetap terlihat segar untuk dekorasi rumah yang simpel namun mewah:


  • Pencahayaan yang Pas: Letakkan di area yang terang tapi tidak terkena matahari langsung. Sinar matahari jam 12 siang bisa bikin daun cantik mereka jadi gosong atau kekuningan.


  • Media Tanam yang "Porous": Jangan pakai tanah murni yang padat. Campur dengan sekam bakar atau pasir malang supaya air tidak mengendap di bawah. Ingat, mereka benci "kaki yang basah" (akar yang terendam air).


  • Kebersihan Daun: Lap daunnya sebulan sekali dengan kain lembap. Debu bukan cuma bikin jelek, tapi juga menghambat tanaman "bernapas" dan melakukan fotosintesis.


Sentuhan Personal: Sebagai orang yang pernah membunuh beberapa tanaman karena terlalu rajin menyiram, saya belajar satu hal penting. Tanaman hias dalam ruangan lebih sering mati karena kelebihan air daripada kekurangan air.

 

Tips: Jangan menyiram pakai jadwal kalender. Cobalah pegang tanahnya; kalau terasa kering sampai sedalam satu ruas jari (sekitar 2-3 cm), baru siram. Kalau masih lembap, biarkan saja dulu. Mereka jauh lebih suka tanah yang sedikit mengering daripada tanah yang becek terus-menerus.



Memahami perbedaan Philodendron dan Epipremnum untuk pemula sebenarnya sangat menyenangkan karena melatih kita untuk lebih jeli melihat detail alam. Singkatnya, kalau kamu ingin tanaman yang paling bandel dan murah, pilih Epipremnum (Pothos). Tapi kalau kamu mencari tekstur yang lebih lembut dan bentuk hati yang lebih dramatis, Philodendron adalah pilihannya.


Keduanya akan memberikan oksigen tambahan dan suasana tenang di rumahmu. Jadi, tidak perlu stres memilih yang mana, karena punya keduanya pun bukan ide yang buruk!


Nah, sekarang coba cek koleksi tanaman merambatmu di rumah. Apakah itu Philodendron atau Epipremnum? Tulis di kolom komentar ya!

LihatTutupKomentar